Belum lama ini kita di kagetan dengan video yang beredar tentang Na Ta De Coco yang terbuat dari plastik. Isu jelly kenyal rasa kelapa mengandung plastik ini biasanya dipakai untuk berbagai sajian minuman es. Tentunya kabar ini cukup mengagetkan masyarakat mengingat Nata De Coco kerap menjadi sajian penutup hidangan (dessert) yang disukai masyarakat. Menyikapi meluasnya isu negatif tentang Nata De Coco diberbagai media sosial, Badan POM memandang perlu menginformasikan hal- hal sebagai berikut:

  1. Nata De Coco merupakan pangan yang dibuat dari bahan baku air kelapa. Dalam kategori pangan, masuk ke dalam kelompok bahan baku berbasis buah.
  2. Dalam proses pembuatannya, pangan yang menyerupai gel ini terbentuk dari jutaan benang selulosa yang berlapis-lapis, sehingga menjadikan pangan ini mengandung serat tinggi yang baik untuk tubuh.
  3. Benang serat tipis atau selulosa tersebut, sering juga disebut sebagai dietary fiber atau serat pangan yang memang diperlukan dan penting untuk pencernaan.
  4. Lapisan yang banyak tersebut juga membuat Nata De Coco bisa memerangkap cairan. Jika ditekan, cairan tersebut akan keluar dan yang tertinggal adalah benang-benang serat yang menyerupai lembaran tipis. Lembaran tipis ini lah yang diisukan atau disebut-sebut seolah-olah lembaran plastik.
  5. Potongan Nata De Coco yang semula lembut kenyal bisa digigit putus, akan menjadi sangat liat, dan sangat sulit untuk disobek jika cairannya berkurang karena yang tertinggal adalah kumpulan benang- benang serat tipis.
  6. Mutu Nata De Coco yang baik ditandai dengan warnanya yang putih bersih, transparan, struktur kuat, tidak mudah hancur, tidak lengket, tidak berbau asam, serta tidak mengandung kotoran.

Badan POM mengajak masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial. Ingat selalu Cek “KLIK” (cek Kemasan, cek Label, cek Izin edar, dan cek waktu Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.

Jadi kesimpulannya video yang beredar tersebut adalah HOAX menurut penjelasan dari BPOM. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat harus lebih cerdas lagi dalam memilah informasi yang beredar di media sosial. Cari tahu dahulu kebenaran akan sebuah berita dengan cara perbanyak literasi dari sumber-sumber terpercaya, seperti halnya untuk mendapatkan informasi terkait isu makanan, kosmetik, dan obat-obatan dapat diperoleh di website resmi BPOM. Yuk 2020 “Be Smart People” ya sobat jamu!

Referensi : www.pom.go.id