Beras kencur menjadi salah satu jenis jamu yang sangat familiar dan cukup sering dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Jamu beras kencur merupakan salah satu olahan jamu gendong (jamu segar yang diedarkan dengan cara menggendong) dengan beras (Oriza sativa) sebagai bahan utamanya. Beras yang digunakan untuk membuat jamu beras kencur adalah beras putih. Beras putih memiliki kandungan serat paling rendah (0,42008% b/b), protein (8,7049 %), gula reduksi (0,1395%) (Hernawan & Meylani, 2016). Kandungan protein ini dipakai untuk perbaikan sel-sel yang rusak akibat luka, sedangkan gula digunakan sebagai sumber energi utama bagi tubuh (Silalahi, 2019)

Kencur (Kaempferia galanga L.) yang terkandung dalam jamu beras kencur merupakan salah satu tanaman Indonesia yang memiliki manfaat untuk mengobati berbagai masalah kesehatan, seperti batuk dan mual. Sebuah penelitian membuktikan bahwa bioaktivitas dari tanaman kencur sebagai antikanker, antioksidan, antiinflamasi, analgesik dan antibakteri. Ethyl-trans-p-methoxy cinnamate dan trans-ethyl cinnamate merupakan senyawa utama yang terkandung dalam kencur. Selain itu, kencur juga mengandung beberapa senyawa seperti minyak atsiri, saponin, flavonoid, polifenol yang diketahui punya banyak manfaat (Silalahi, 2019; Soleh, 2019). 

Oleh sebab itu, tidak heran jika kencur yang diolah menjadi minuman beras kencur memiliki khasiat yang baik bagi tubuh, yakni menambah nafsu makan, meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan sakit kepala, mencegah dan menghilangkan masuk angin (Soleh, 2019). 

Referensi:

  • Hernawan, E., & Meylani, V. 2016. Analisis Karakteristik Fisikokimia Beras Putih, Beras            Merah, dan Beras Hitam (Oryza sativa L., Oryza nivara dan Oryza sativa L. Indica). Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 15(1), 79–91.
  • Silalahi, M. 2019. KENCUR (Kaempferia Galanga) DAN BIOAKTIVITASNYA. Jurnal Pendidikan Informatika Dan Sains 8: 127–42.
  • Soleh, S.M. 2019. Karakteristik Morfologi Tanaman Kencur (Kaempferia Galanga L.) Dan Aktivitas Farmakologi. Farmaka 17: 256–62.