Kelor atau Moringa oleifera merupakan tanaman dari jenis suku Moringaceae. Salah satu bagian tanaman kelor yang sering digunakan adalah bagian daun. Daun kelor berbentuk bulat lonjong dan ukurannya kecil tersusun rapi pada tangkai. Penyebutan “kelor” berbeda-beda di setiap negara seperti di Indonesia khususnya pulau Jawa disebut “limaran”. Sedangkan di Thailand disebut “ma rum” dan di Inggris disebut “drumstick”. Seiring perkembangan teknologi muncul berbagai inovasi olahan daun kelor termasuk salah satunya adalah pembuatan bubuk daun kelor. 

Daun kelor tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan masakan tetapi dapat juga dimanfaatkan untuk kesehatan. Berikut ulasannya:

  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Daun kelor mengandung polifenol yang dapat dimanfaatkan sebagai imunomodulator (senyawa yang dapat mempengaruhi kualitas dan intensitas respon imun atau kekebalan tubuh) (Fakhri, 2017). Selain itu daun kelor juga mengandung sejumlah asam amino yang diduga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  • Mengatasi Peradangan

Daun kelor  dapat dimanfaatkan untuk meredakan peradangan pada tubuh (Fahey, 2005). Hal ini dikarenakan daun kelor mengandung isotiosianat sebagai zat antiinflamasi (anti peradangan).

  • Mencegah Anemia

Daun kelor mengandung zat besi 25 kali lipat lebih tinggi dibandingkan bayam (Fuglie, 2001). Kandungan tersebut dapat memberi manfaat bagi tubuh dalam mencegah anemia.

  • Mencegah Diabetes

Daun kelor  dapat dimanfaatkan untuk mencegah diabetes (Fahey, 2005). Hal ini dikarenakan daun kelor mengandung insulin alami. Mengonsumsi daun kelor dengan takaran yang tepat akan mampu menjaga stabilnya gula darah di dalam tubuh.

  • Mengatasi Stres

Salah satu dampak yang bisa muncul apabila seseorang mengalami stres adalah menurunnya imunitas atau kekebalan tubuh dan menyebabkan menjadi rentan terpapar oleh penyakit. Daun kelor memiliki kandungan asam amino triptofan yang dapat memberi dampak relaksasi bagi tubuh dan dapat mengatasi stres (Becker dkk, 2003). 

Itulah beberapa manfaat daun kelor untuk kesehatan namun tentunya masih banyak lagi manfaat daun kelor selain yang disebutkan di atas. Sehingga tidak salah jika Bada Kesehatan Dunia atau WHO menyebutnya sebagai “The Miracle Tree”. Mari kita kembali galakkan gerakan “back to nature” dan selalu bersikap cerdas dalam memilih bahan alami untuk menjaga kesehatan.

Referensi:

  • Becker., K., Afuang W., Siddhuraju., P. 2003. Comparative Nutritional Evaluation of Raw,          Methanol Extracted Residues and Methanol Extracs of Moringa (Moringa oleifera L.) Leaves on Growth Performance and Feed Utilization in Nile Tilapia (Oreochromis niloticus L.). Aquaculture Reseacrh. 34 (13), 1147-1159.   
  • Fahey, J. W. 2005. Moringa oleifera: A Review of The Medical Evidence for Its Nutritional, Therapeutic, and Prophylactic Properties. Part 1. USA: Trees for Live Journal.
  • Fakhri, M. 2017. Uji Efek Imunomodulator Dari Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Dengan Metoda Carbon Clearance Terhadap Mencit Putih Jantan. Skripsi. Universitas Andalas: Padang.
  • Fuglie, L. 2001. The Miracle Tree: The Multiple Attribute of Moringa. Dakar.