Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza  merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai obat-obatan yang tergolong dalam suku temutemuan (Zingiberacea) yang banyak ditemukan di hutan-hutan pada daerah tropis. Temulawak adalah tumbuhan asli di pulau Jawa, Madura dan Maluku dan telah banyak di budidayakan di Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina dan India (de Padua dkk, 1999). Temulawak memiliki nama daerah yang beragam antara lain: temulawak (Indonesia, Madura), koneng gede (Sunda), Javanese tumeric (Inggris), dan temu lawas (Malaysia).

Temulawak tidak hanya dapat digunakan sebagai bumbu dapur atau penyedap rasa makanan. Berbagai macam kandungan pada temulawak juga bermanfaat untuk kesehatan. Senyawa kurkumin pada temulawak memiliki efek antioksidan, antiinlamasi, antivirus dan antijamur (Akram dkk, 2010). Minyak atsiri pada temulawak berkhasiat dalam memperlancar produksi empedu, menurunkan kolesterol, analgetik dan antipiretik serta sebagai antibakteri (Maryani dkk, 2006). Minyak atsiri pada temulawak juga dapat digunakan untuk meningkatkan nafsu makan, mengatasi gatal-gatal, keputihan, diare, dan jerawat (Rukmana, 2004). Menurut Putri dkk (2017) ekstrak temulawak memiliki manfaat sebagai antidepresan, kandungan kurkumin 1-2% dan minyak atsiri 6-10% berupa fellandrean dan turmerol berfungsi sebagai patofisiologi yang mampu menurunkan depresi.

Seiring perkembangan teknologi, sekarang ini muncul berbagai inovasi olahan temulawak termasuk salah satunya adalah pembuatan bubuk temulawak. Bubuk temulawak dapat ditemukan dengan mudah dan sudah tersedia di Carijamu.com dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang terjamin. Untuk pemesanan bisa langsung cek di website Carijamu.com atau dengan melalui Whatsapp admin carijamu.

Referensi:

  • Akram, M., Shahab-uddin, Ahmed, A., Usmanghani, K., Hannan, A., Mohiuddin, E., Asif, M. 2010.Curcuma Longa and Curcumin; a Review Article. Romanian Journal of Biology – Plant Biolgy,55 (2), 65-77.
  • de Padua, L.S., Bunyapraphatsara, N., Lemmens, R.H.M.H.J (editors). 1999. Plants Resources of South  East Asia. No. 12(1). Medicinal and Pousionous Plants 1. Leiden: Backhuys Publishers: 711.
  • Maryani dan Kristina. 2006. Tanaman Obat untuk Influenza. Jakarta: Agidaidia Pustaka
  • Putri, K.A., Prasetya, R.P., Yudhal, P., Kurniati, L., Yunita, A., Hepasari, W.A. 2017. Ekstrak Temulawak untuk Antidepresan. The 6th University Research Colloquium. Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Rukmana, R. 2004. Temu-temuan Apotek Hidup di Perkarangan. Yogyakarta : Kanisius.