Penyakit maag dapat dikatakan hampir menjadi masalah kesehatan semua orang. Meskipun dapat sembuh sendiri namun penyakit maag ini sering kambuh sehingga mengganggu para penderitanya, dimana tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penderita penyakit maag disarankan untuk mengkonsumsi obat-obatan yang dapat mengurangi frekuensi kekambuhan dan diharapkan dapat sembuh total dari penyakit maag. Berbagai macam obat tradisional berbahan dasar tanaman tradisional sudah banyak direkomendasikan untuk penderita penyakit maag. Salah satunya adalah tanaman kunyit yang dikenal dengan sebutan “Si Kuning”.

Kunyit memiliki kandungan zat aktif utama berupa kurkuminoid dan minyak atsiri. Kandungan kurkuminoid terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin, dan bisdesmetoksikurkumin, sedangkan minyak atsiri terdiri dari keton sesquiterpen, turmeron, tumeon, zingiberen, felandren, sabinen, borneol, dan sineil. Kandungan kunyit lainnya berupa lemak, karbohidrat, protein, vitamin C, karoten, garam-garam mineral (zat besi, fosfor, kalsium) (Balai Materi Medika, 2012).

Senyawa yang terkandung pada kunyit yang berfungsi untuk membantu meredakan maag  adalah kurkuminoid (Winarti dkk, 2005). Cara kerja dari kurkuminoid  sebagai antiinflamasi (anti peradangan) dengan mengurangi ekspresi TNF-α pada jaringan dan menekan peradangan melalui siklus sikloosigenase (COOX).

Cara membuat jamu kunyit untuk membantu meredakan sakit maag adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan 2 batang kunyit yang telah dicuci bersih dan diparut.
  2. Larutkan parutan kunyit ke air secukupnya, lalu didihkan.
  3. Setelah mendidih, tiriskan air rebusan dan saring hingga hanya didapatkan airnya saja.

Ramuan jamu ini dapat dikonsumsi 2 kali dalam sehari. Pada sebuah penelitian menyebutkan bahwa ekstrak kunyit dapat menyembuhkan penyakit maag dengan pemakaian 2 kali sehari pada pagi dan malam hari selama 1 bulan (Hikmah, 2019).

Menggunakan bahan-bahan tradisional sebagai alternatif pengobatan memang sangat direkomendasikan terlebih lagi untuk menghindari efek samping dari penggunaan obat-obatan sintetis. Namun juga harus tetap menjaga pola makan, konsumsi makanan yang sehat (terutama buah dan sayur), dan olahraga secara teratur serta istirahat yang cukup.

Referensi:

  • Balai Materia Medika. 2012. Surat Keterangan Determinasi Kunyit. Malang.
  • Hikmah, C., N. 2019. Study Kinetika Reaksi: Ekstrak Kunyit Kuning Dalam Penyembuhan Penyakit Maag. Padang. Jurnal KF.
  • Winarti, Christina dan Nurdjanah. 2005. Peluang Tanaman Rempah Dan Obat Sebagai Sumber Pangan Fungsional. Bogor. Jurnal Litbang Pertanian. 24(2).