Pandemi Covid-19 telah mendorong munculnya tatanan kehidupan baru atau yang sering disebut dengan “new normal”. New normal bukanlah perubahan yang mudah dan dapat diterima semua orang. Namun inilah yang saat ini harus dihadapi dan dijalani untuk keberlangsungan kehidupan. Semua orang tanpa terkecuali harus mampu beradaptasi dengan new normal ini. Sering kali perasaan cemas dan takut muncul dimasa seperti ini, bahkan sampai menimbulkan stres.

Menurut Richard (2010) stres adalah suatu proses yang menilai suatu peristiwa sebagai sesuatu yang mengancam, ataupun membahayakan dan individu merespon peristiwa itu pada level fisiologis, emosional, kognitif dan perilaku. Stres yang berlebihan tidak hanya berdampak buruk bagi mental tetapi juga bagi kesehatan. Stres dapat memicu timbulnya hipertensi melalui aktivasi sistem saraf simpatis yang mengakibatkan naiknya tekanan darah secara intermiten (tidak menentu) (Andria, 2013). Pada saat seseorang mengalami stres, hormon adrenalin akan dilepaskan dan kemudian akan meningkatkan tekanan darah melalui kontraksi arteri (vasokontriksi) dan peningkatan denyut jantung. Apabila stres berlanjut, tekanan darah akan tetap tinggi sehingga orang tersebut akan mengalami hipertensi (South, 2014). Sistem kekebalan tubuh juga dapat mengalami penurunan sehingga tubuh rentan terserang penyakit.

Cara yang paling mudah dalam mengelola stres adalah dengan merasa gembira. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar bisa selalu merasa gembira:

  • Lakukan kegiatan yang disukai dan sisihkan waktu untuk melakukannya setiap hari
  • Dengarkan musik yang bersemangat dan inspiratif
  • Berolahraga
  • Makan makanan yang sehat dan bergizi
  • Tidur dan istirahat yang cukup

Tidak hanya bermanfaat dalam meredakan stres, perasaan gembira juga dapat mengurangi rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menstimulasi organ tubuh serta membuat suasana hati menjadi lebih baik. Tubuh dan pikiran saling terhubung dan oleh karena itu perasaan positif terhadap hidup akan memberikan efek kesehatan yang lebih baik dan itu adalah hal yang sangat dibutuhkan di masa-masa seperti ini.

Referensi:

  • Andria, K.M. 2013. Hubungan antara Perilaku Olahraga, Stres dan Pola Makan dengan Tingkat Hipertensi pada Lanjut Usia di Posyandu Lansia Kelurahan Gebang Putih Kecamatan Sukokilo Kota Surabaya. Jurnal Promkes, Vol.1, No.2.
  • Coping with Stress In a Changing World. New York: McGrawHill
  • Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2019, 30 Desember). Dengan Gembira, Tubuh Tetap Sehat. Diakses pada 9 Juni 2020, dari http://promkes.kemkes.go.id/dengan-gembira-tubuh-tetap-sehat
  • Suoth, M., Bidjuni, H., Malara, R.T. 2014. Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Unsrat ejournal Vol.2 No.1.