Merokok merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh sebagian besar kaum lelaki. Bahkan jumlah perokok laki-laki usia >15 tahun di Indonesia menjadi prevalensi tertinggi di dunia pada tahun 2018 (Kemenkes 2018). Padahal sudah jelas bahwa merokok berdampak buruk bagi kesehatan. Dengan merokok akan merusak organ-organ tubuh manusia, terutama paru-paru. Selain itu, perokok juga memiliki risiko yang besar terkena penyakit saluran pernafasan, diabetes, jantung dan kanker (WHO 2020).

Seperti yang kita ketahui, penyakit Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi diseluruh dunia merupakan penyakit menular yang utamanya menyerang organ paru-paru. Dan merokok juga dapat merusak fungsi paru-paru sehingga akan berisiko menderita sakit yang lebih parah saat terkena Covid-19. Kandungan tembakau di dalam rokok juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga akan lebih sulit melawan infeksi yang menyerang tubuhnya. Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan risiko terkena Covid-19. Ketika seseorang merokok dan meletakkan rokoknya di bibir, maka tangan mungkin akan menyentuh bagian wajah sehingga virus dapat masuk ke mulut, hidung ataupun mata (WHO 2020).

Bahkan orang yag tidak merokok pun bisa berisiko terkena Covid-19 hanya karena menghirup asap rokok. Dengan menghirup asap rokok juga akan mengganggu fungsi dari paru-paru. Dan akan sama bahayanya dengan prokok aktif jika sampai terkena Covid-19 (WHO 2020). Oleh sebab itu, ada baiknya saat pandemi Covid-19 menjadi waktu yang tepat untuk berhenti merokok. Cintai diri sendiri dan orang-orang tersayang sebelum terlambat! Stay healthy sobat jamu.

Referensi

  • Kemenkes. 2018. Situasi Umum Konsumsi Tembakau di Indonesia. Pusat data dan informasi kementerian kesehatan
  • WHO. 2020. Pernyataan: Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2020.  Tersedia di https://www.who.int/indonesia/news/detail/30-05-2020-pernyataan-hari-tanpa-tembakau-sedunia-2020. Diakses pada 30 Mei 2020.
  • WHO. 2020. Pernyataan WHO: Penggunaan tembakau dan COVID-19. Tersedia di https://www.who.int/indonesia/news/detail/11-05-2020-pernyataan-who-penggunaan-tembakau-dan-covid-19. Diakses pada 30 Mei 2020.