Pandemi covid-19 masih berlangsung di Indonesia. Pandemi ini tidak hanya menimbulkan gangguan kesehatan secara fisik tetapi juga secara mental (psikis). Salah satu gangguan kesehatan mental yang dapat terjadi di masa pandemi yaitu stres. Menurut Anaroga (2003) stres merupakan tanggapan seseorang, baik secara fisik maupun secara mental terhadap suatu perubahan di lingkungannya yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam. Stres yang muncul selama pandemi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti rasa takut akan tertular atau menularkan Covid-19, rasa diasingkan dan dijauhi ketika menjalani karantina, merasa sedih dan kesepian ketika harus berjauhan dengan keluarga atau teman, rasa khawatir akan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, hingga kebingungan terhadap informasi dan pemberitaan yang masih simpang siur kebenarannya.

Stres yang terjadi pada setiap individu tentu berbeda tingkat keparahannya. Namun, sedini mungkin harus diatasi karena jika dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan lebih lanjut maka akan berdampak buruk bagi kesehatan individu tersebut. Berbagai macam hal dapat dilakukan untuk mengatasi stres di masa pandemi ini. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Melakukan aktivitas fisik

Melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dapat menjadi pilihan dalam mengatasi stres. Dengan berolahraga, tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir dan memperbaiki mood (suasana hati). Selanjutnya, menurut Joko Susilo (2011) olahraga yang cukup dapat membantu mengurangi ketegangan. Berolahraga membantu kita untuk lebih sehat, meningkatkan energi dan stamina tubuh, membuat pikiran lebih fresh, dan membuat tidur lebih pulas. Pada masa pandemi seperti ini olahraga ringan yang dapat dilakukan di rumah yaitu jalan kaki dan lompat tali. Jika ingin keluar rumah untuk lari atau bersepeda juga dapat dilakukan namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan jaga jarak.

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi

Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi tidak hanya memiliki dampak positif bagi kesehatan fisik tetapi juga pada kesehatan mental. Konsumsilah makanan yang mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Beragam nutrisi tersebut dapat diperoleh dari nasi, buah-buahan, sayuran, ikan, daging, kacang-kacangan, serta susu.

  • Melakukan Rutinitas Baru

Melakukan berbagai macam rutinitas baru yang mana pada masa sebelum pandemi belum bisa dilakukan secara rutin dapat menjadi pilihan selanjutnya dalam mengatasi stres. Melakukan hobi atau aktivitas yang disukai seperti memasak dan mecoba resep baru, membaca buku, menonton film dan berkebun dapat meningkatkan produktivitas harian dan membuat kita tidak mudah jenuh.

  • Bijak Memilah Informasi

Salah satu pemicu munculnya stres pada masa pandemi ini adalah terlalu sering membaca atau menonton berita yang memuat informasi mengenai covid-19 khususnya peningkatan kasus positif dan orang meninggal. Membatasi waktu untuk membaca atau menonton berita mengenai pandemi covid-19 baik dari televisi, media cetak, maupun media sosial dapat dilakukan untuk mengurangi rasa cemas. Namun dengan catatan, jangan pernah menutup diri sepenuhnya dari informasi yang penting. Pilah informasi yang diterima secara kritis dan bijak. Dapatkan informasi mengenai pandemi covid-19 hanya dari sumber yang terpercaya.

  • Menjaga Komunikasi Dengan Orang Terdekat

Meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman atau rekan kerja dapat menjadi pilihan lain untuk mengatasi stres. Komunikasi tidak harus dilakukan secara langsung namun dapat melalui pesan singkat, telepon, atau video call. Kita bisa menceritakan kepada mereka mengenai kekhawatiran dan kecemasan yang sedang dirasakan. Dengan cara ini, tekanan yang dirasakan dapat berkurang sehingga kita menjadi lebih tenang.

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres di masa pandemi. Perlu kita sadari bersama bahwa stres dapat menjadi pemicu munculnya berbagai gangguan kesehatan lain terutama dapat mempengaruhi imunitas (kekebalan) tubuh. Padahal di masa pandemi seperti ini, imunitas tubuh yang baik sangat diperlukan. Kami dari Carijamu.com mengucapkan selamat memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 oktober 2020. Mari kita jaga kesehatan secara fisik dan mental untuk hari-hari kedepan yang lebih baik, karena di dalam tubuh yang kuat terdapat mental yang sehat.

Referensi: